Postingan

Manusia Langit yang Hidup di Bumi

Gambar
  Manusia Langit yang Hidup di Bumi Pada zaman Nabi Muhammad saw., ada seorang pemuda bernama Uwais Al-Qarni. Ia tinggal di negeri Yaman. Ia seorang fakir dan yatim. Ia hidup bersama ibunya yang lumpuh dan buta. Uwais Al-Qarni bekerja sebagai penggembala domba. Hasil usahanya hanya cukup untuk makan ibunya. Bila ada kelebihan, terkadang ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin. Uwais Al-Qarni dikenal anak yang taat beribadah dan patuh pada ibunya. Ia sering kali puasa. Alangkah sedihnya hati Uwais Al-Qarni setiap melihat tetangganya sering bertemu dengan Nabi Muhammad saw., sedang ia sendiri belum pernah berjumpa dengannya. Ketika mendengar Nabi Muhammad saw. giginya patah karena dilempari batu oleh musuhnya, Uwais Al-Qarni segera menggetok giginya dengan batu hingga patah. Hal ini dilakukan sebagai ungkapan rasa cintanya kepada Nabi Muhammmad saw. sekalipun ia belum pernah bertemu dengan nabi. Kerinduan Uwais Al-Qarni untuk menemui Nabi Muhammad saw. makin da...

Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1

Gambar
  DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1   Tugas demonstrasi kontekstual di awal modul ke 3 ini memiliki tujuan pembelajaran khusus yaitu Calon Guru Penggerak dapat melakukan suatu analisis atas penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya tentang berbagai paradigma, prinsip, pengambilan dan penerapan keputusan di sekolah asal masing-masing dan di sekolah/ lingkungan lain. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan cara CGP melakukan kegiatan wawancara dengan pimpinan atau kepala sekolah sebanyak 2 - 3 pimpinan (kepala sekolah). Saya melakukan wawancara dengan 2 pimpinan atau kepala sekolah di lingkungan saya. Hasil wawancara ini digunakan  untuk mendapatkan sebuah wacana tentang praktik pengambilan keputusan yang selama ini dijalankan, terutama untuk kasus-kasus yang di mana nilai-nilai kebajikan saling bersinggungan, atau untuk kasus-kasus dilema etika yang sama-sama benar. Saya harus bisa mendapatkan jawaban tentang ap...

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.3

Gambar
    Kesimpulan  Coaching adalah kegiatan memberdayakan mutlak diperlukan agar pengembangan diri coachee dapat berjalan secara berkelanjutan dan terarah. Menurut ICF, coaching adalah bentuk kemitraan antara coach dan klien (coachee) yang dijalankan secara kreatif seperti menjalankan ide, bereksplorasi untuk memaksimalkan potensi personal dan profesional klien. Perbedaan antara mentoring, konseling, coaching, training, dan fasilitasi adalah sebagai berikut.   Mentoring merupakan menolong rekan menggunakan pengalaman yang kita miliki agar mendapatkan perubahan dan mengatasi kesulitan. Coaching adalah bentuk kemitraan antara coach dan coachee agar coachee dapat mengembangkan potensi personal dan profesional secara maksimal. Konseling adalah bentuk hubungan konselor dan klien untuk pertumbuhan pribadi dan penyesuaian diri serta pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, lebih kepada motivasi klien bukan pertumbuhan keterampilan klien. Training adalah proses...

Koneksi antar Materi Modul 2.2

  Apa kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan, sikap sebagai pemimpin pembelajaran setelah mempelajari pembelajaran sosial dan emosional? Setelah mempelajari modul 2.2 tentang pembelajaran sosial dan emosional, saya memperoleh banyak pengetahuan baru tentang konsep pembelajaran sosial dan emosional serta cara mengimplementasikan di dalam pembelajaran. Dengan belajar modul 2.2 ini, saya juga memahami pentingnya pembelajaran sosial dan emosional untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi siswa dan dapat dengan mudah dalam proses pembelajaran. Dengan berbekal pengetahuan tersebut, membawa dampak pada perubahan keterampilan saya dalam mengintegrasikan pembelajaran sosial dan emosional ke dalam pembelajaran sehingga murid tidak hanya belajar akademik saja di sekolah, namun kesejahteraan psikologis (well-being) juga berkembang optimal.    Apa kaitan pembelajaran sosial dan emosional yang telah anda pelajari dengan modul-modul sebelumnya? Modul...

Koneksi Antar Materi - Modul 1.3

Gambar
  Apa yang Bapak/Ibu pahami mengenai kaitan peran pendidik dalam mewujudkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila pada murid-muridnya dengan paradigma inkuiri apresiatif (IA) di sekolah Bapak/Ibu? Yang dapat saya pahami mengenai kaitan peran pendidik dalam mewujudkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila pada murid-murid dengan paradigma Inkuiri Apresiatif (IA) yaitu kita sebagai pendidik dalam membuat prakarsa perubahan itu tidak harus selalu melihat pada permasalahan yang ada, namun yang harus kita lihat adalah potensi/aset yang dimiliki oleh diri kita dan lingkungan kita. Kita harus senantiasa melakukan kolaborasi dan memberikan pelayanan kepada murid kita sesuai dengan filosofi pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara dan beroritasi kepada dimensi profil pelajar pancasila yaitu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, bernalar kritis, kreatif, dan mandir...

Jurnal Refleksi Modul 1.2

Gambar
                                Jurnal Refleksi  Modul 1.2 NILAI dan PERAN GURU PENGGERAK Abdul Rohim, S.Pd.I CGP Angkatan 10 Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C)  1)   Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak?  Materi pada modul ini yaitu mendalami tentang nilai-nilai dan peran guru penggerak, materi ini sangat relevan sekali bagi saya dalam karena dalam perjalanannya ini dapat menunjang aktivitas saya sebagai guru penggerak dalam lingkungan sekolah. 2)     Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini?  Sebelum saya mendapatkan informasi materi ini dalam menjalankan tugas sebagai pendidik saya masih belum memahami sepenuhnya tentang apa hal yang harus saya munculkan dan kembangkan baik dalam diri saya maupun kepada murid dan ...

Aksi Nyata Modul 1.1

Gambar
Aksi Nyata Modul 1.1 Oleh                : Abdul Rohim, S.Pd.I Instansi            : SMAN 2 Pandeglang Perasaan saya ketika melakukan perubahan di kelas yang kaitannya dengan implementasi filosofis pemikiran KHD ini sangat menyenangkan, seru dan menantang. Menyenangkan ketika melihat murid yang antusias belajar, gembira dan tidak ada tekanan pada mereka. Yang mambuat menantang pada proses pembelajarannya itu   karena tentunya kita sebagai pendidik harus benar-benar bisa memberikan pelayanan pendidikan yang relvan kepada murid yang jumlahnya banyak. Ide atau gagasan yang timbul sepanjang proses perubahan diantaranya pemberian konseling tidak hanya bisa dilakukan oleh guru BK, namun kita sebagai pendidik bisa mengagendakan/merencanakan konseling di sela-sela KBM. Kemudian merencanakan proses KBM dengan menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan kodrat al...