Demonstrasi Kontekstual Modul 3.1

 

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.1

 


Tugas demonstrasi kontekstual di awal modul ke 3 ini memiliki tujuan pembelajaran khusus yaitu Calon Guru Penggerak dapat melakukan suatu analisis atas penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya tentang berbagai paradigma, prinsip, pengambilan dan penerapan keputusan di sekolah asal masing-masing dan di sekolah/ lingkungan lain.

Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan dengan cara CGP melakukan kegiatan wawancara dengan pimpinan atau kepala sekolah sebanyak 2 - 3 pimpinan (kepala sekolah). Saya melakukan wawancara dengan 2 pimpinan atau kepala sekolah di lingkungan saya. Hasil wawancara ini digunakan  untuk mendapatkan sebuah wacana tentang praktik pengambilan keputusan yang selama ini dijalankan, terutama untuk kasus-kasus yang di mana nilai-nilai kebajikan saling bersinggungan, atau untuk kasus-kasus dilema etika yang sama-sama benar.

Saya harus bisa mendapatkan jawaban tentang apa yang selama ini dilakukan pimpinan-pimpinan tersebut, praktik apa yang selama ini dijalankan seorang kepala sekolah dalam memimpin sekolah. Kemudian saya juga harus menganalisis praktik pengambilan keputusan dilema etika tersebut di antara para pemimpin yang saya wawancarai, dan mengaitkannya dengan pengetahuan saya sendiri tentang 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian.

Adapun pada tugas demonstrasi kontekstual modul 3.1 ini saya mewawancarai Bapak Dade Supriatna, S.Pd., M.M.Pd. yang merupakan kepala sekolah saya yaitu SMAN 2 Pandeglang pada hari senin, 05 Agustus 2024 dan saya juga mewawancarai Ibu Nursuqiah Kholilah, S.Pd.I yang merupakan kepala SMKS Bina Mandiri Pandeglang pada hari Kamis, 08 Agustus 2024.

 

WAWANCARA 1

 


 Berikut ini adalah hasil wawancara pertama saya dengan Kepala SMAN 2 Pandeglang yaitu Bapak Dade Supriatna, S.Pd., M.M.Pd. pada hari senin, 05 Agustus 2024 di ruang Kepala Sekolah.

1.     Pertanyaan pertama Bagaimana selama ini Bapak mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

-    Beliau menjawab bahwa selama ini dalam mengidentifikasi sebuah kasus merupakan dilema etika bila kasus tersebut memiliki dua nilai yang perlu untuk dipertimbangkan terlebih dulu dalam mengambil keputusan dan pilihan tersebut masuk dalam kategori kondisi yang benar dengan kondisi yang benar juga sehingga untuk mengambil keputusan harus dengan rasa tidak hanya fakta, sedangkan untuk bujukan moral adalah kasus yang memiliki nilai yang sudah pasti benar atau salahnya sehingga bisa lebih mudah dalam hal pengambilan keputusan tanpa ada pertimbangan yang sulit untuk memutuskannya.

2. Pertanyaan kedua Selama ini, bagaimana Bapak menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Bapak, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

- Beliau memaparkan bahwa ketika ada kasus yang sama-sama memiliki nilai kebajikan yang harus mempertimbangkan kedua nilai tersebut sampai membuat bingung dalam mengambil keputusan, harus berusaha terlebih dulu membuat keputusan dengan nilai rasa kasihan, permasalah ini baru terjadi ketika ada seorang guru yang nilai kerjanya bagus dan mengajukan mutasi kesekolah lain, di satu sisi sekolah ini sangat membutuhkan guru namun guru tersebut untuk surat mutasinya sudah disetujui dari dinas provinsi dan KCD, terkait perpindahan tersebut didasari permintaan dari suaminya sehingga guru yang bersangkutan sulit untuk menolaknya.

3. Selanjutnya terkait langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Bapak lakukan selama ini?

- Beliau memaparkan bahwa langkah pertama yang biasa dilakukan adalah dengan komunikasi untuk mencari tahu informasi data data dan fakta fakta terkait permasalahn tersebut, lalu berdiskusi para wakil kepala sekolah dan guru guru yang mengampu mata pelajaran yang sama. dan mempertimbangkan dampak mudharat dan maslahatnya serta meninjau dari segi aturan yang berlaku agar sekolah tidak disalahkan dalam mengambil suatu keputusan.

 4. Kemudian pertanyaan hal-hal apa saja yang selama ini Bapak anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

-  Beliau menjawab bahwa hal efektif dalam pengambilan keputusan adalah ketika adanya persoalan yang sudah terdeteksi jelas permasalahannya baik itu informasi data data dan fakta fakta terkait permasalahn tersebut serta penyelesaiannya yang sudah jelas dengan aturan yang ada.

5. Sedangkan hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

-  Tantangan dalam mengambil keputusan yang saya hadapi diantaranya tekanan tekanan baik itu dari bawah atau pun dari atas dan berkaitan juga dengan perasaan cara mengatasinya yaitu dengan trasparansi serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

 6. Ketika ditanya apakah Bapak memiliki sebuah tata kelola atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Bapak langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang dijalankan?

-  Tak ada jadwal tertentu dalam menyelesaikan kasus dilema etika, biasanya hanya biasanya penyelesaian dilakukan ketika ada permasalahan jadil langsung menangani permasalahan tersebut tanpa menunda nunda. Namun untuk permasalahan permaslahan lain ada juga yang sudah terjadwalkan seperti permasalahan disiplin siswa dan guru, permasalahan administrasi dan lain lain, itu sudah ada jadwal penanganannya dengan target penyelesaiannya juga.

7. Selanjutnya adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Bapak dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

-   Kalau dilihat  dari siapa saja yang membantu saya dalam mengambil keputusan itu banyak pihak yang terlibat dalam penyelesaian permasalahan, baik itu dari para wakil kepala sekolah, warga sekolah juga dukungan dari pengawas dan yang lainnya namun itu semua tidak cukup terutama ketika kita harus mempersiapkan mental kita dalam menghadapi segala permasalahan dan yang terpenting adalah kita meminta kekuatan tersebut pada Tuhan kita yaitu Allah yang dapat memberikan kita kesehatan serta kekuatan mental agar siap menghadapi segala ujian.

8. Pertanyaan terakhir adalah dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Bapak petik dari pengalaman Bapak mengambil keputusan dilema etika?

-  Beliau menyampaikan pengalaman setiap penyelesaian permasalahan pasti ada hikmah di balik permasalahan tersebut dan kita selalu melakukan refleksi terhadap langkah yang sudah kita ambil melihat kelemahan dan kelebihannya sebagai perbaikan dikemudian hari, dengan kata lain pempelajaran dari permasalahan saat ini akan menjadikan kita lebih siap lagi dalam menghadapi permasalahan yang akan datang.

Itulah hasil wawancara pertama saya dengan pemimpin di Sekolah tempat saya mengajar.

  

WAWANCARA 2


Selanjutnya adalah hasil wawancara kedua saya dengan Kepala SMKS Bina Mandiri Pandeglang yaitu  Ibu Nursuqiah Kholilah, S.Pd.I, dengan menggunakan panduan pertanyaan wawancara di atas. Saya mewawancarai beliau pada hari Kamis, 08 Agustus 2024 di ruang Kepala Sekolah.

1.  Pertanyaan pertama Bagaimana selama ini Ibu mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

-    Beliau menjawab untuk membedakan apakah kasus itu dilema etika atau bujukan moral terlihat dari apakah kasus tersebut melanggar aturan atau tidak. bila tidak melanggar aturan itu dilema etika tapi kalau melanggar aturan itu bujukan moral.

2. Pertanyaan kedua Selama ini, bagaimana Ibu menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Ibu, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

-  Bila kasus yang terjadi memiliki dua nilai kebajikan maka perlu adanya pertimbangan terlebih dulu dalam mengambil keputusan dampak hasil dari keputusan itu sendiri. namun bila hanya ada satu nilai kebajikan maka harus segera mengambil keputusan karena semakin cepat semakin bagus.

3. Selanjutnya terkait langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Ibu lakukan selama ini?

-  Beliau memaparkan karena SMKS Bina Mandiri adalah sekolah swasta maka sebagai Kepala Sekolah tetap harus mengomunikasikan segala sesuatunya pada ketua yayasan terlebih dulu. Selain itu diskusi dengan guru-guru lain juga komite perlu untuk dilakukan sebelum proses pengambilan keputusan.

4. Kemudian pertanyaan hal-hal apa saja yang selama ini Ibu anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

-  Beliau menjawab bahwa pengambilan keputusan dianggap efektif selama ini bila dilakukan melalui diskusi bersama pemegang kebijakan dan akhirnya mendapat mufakat yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

5. Sedangkan hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

-  Yang menjadi tantangan selama ini dalam pengambilan keputusan bila yang diinginkan guru-guru berbeda dengan keinginan ketua yayasan itulah dilema yang sulit saya hadapi.

6. Ketika ditanya apakah Ibu memiliki sebuah tata kelola atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Bapak langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang dijalankan?

-  Beliau menjelaskan bahwa tak ada jadwal yang pasti dalam menyelesaikan kasus dilema etika. Menyelesaikan di tempat atau tidak mengantung kasus yang terjadi. Adapun untuk kasus atau masalah masalah lain seperti disiplin siswa dan sesuatu yang berkaitan dengan aturan atau administrasi sekolah itu baru terjadwalkan dalam penyelesaiannya.

7. Selanjutnya adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Ibu dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

- Beliau menjawab bahwa orang yang bisa mempermudah saya dalam mengambil keputusan adalah ketua yayasan , guru-guru juga komite sekolah.

8. Pertanyaan terakhir adalah dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Ibu petik dari pengalaman Bapak mengambil keputusan dilema etika?

- Beliau memaparkan bahwa pembelajaran yang dapat dipetik dari pengalaman mengambil keputusan adalah dengan berpegang teguh pada aturan kerena dengan begitu maka tak akan ada perbedaan antara keinginan pihak yayasan dan pihak lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manusia Langit yang Hidup di Bumi

Aksi Nyata Modul 1.1

Koneksi Antar Materi - Kesimpulan dan Refleksi Modul 1.1 PGP